- Kronologi Dugaan Korupsi di PT Indofarma: Dugaan kasus korupsi di PT Indofarma dan PT Indofarma Global Medika (IGM) muncul setelah Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menetapkan BPE sebagai tersangka baru. BPE, yang pernah menjabat sebagai Manajer Keuangan dan Akuntansi, diduga terlibat dalam manipulasi laporan keuangan perusahaan untuk memberi kesan kinerja yang baik. Selain itu, dana perusahaan diduga ditempatkan dalam deposito atas nama perorangan tanpa dasar hukum.
- Kerugian Negara yang Ditimbulkan: Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melaporkan adanya kerugian negara mencapai Rp371,83 miliar akibat dugaan tindak pidana ini. Temuan ini berdasarkan audit investigatif terkait pengelolaan keuangan PT Indofarma sejak 2020 hingga 2023, yang mencakup beberapa penyimpangan seperti transaksi tidak sesuai kepentingan perusahaan dan pinjaman online yang tidak digunakan untuk tujuan operasional perusahaan.
- Pengembangan Kasus di Anak Usaha Holding BUMN Farmasi: Dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI, Bio Farma mengungkapkan beberapa transaksi yang merugikan IGM, anak perusahaan Indofarma. Salah satunya adalah pengambilan pinjaman online sebesar Rp1,26 miliar yang tidak digunakan untuk keperluan perusahaan, serta indikasi kerugian lainnya di unit bisnis Fast Moving Consumer Goods (FMCG) dan deposito atas nama pribadi yang diperkirakan bernilai miliaran rupiah.
- Sanksi dan Langkah Kejaksaan: Dalam kasus ini, Kejati DKI Jakarta mengamankan sejumlah tersangka, termasuk beberapa pejabat PT Indofarma. Langkah ini termasuk penahanan tersangka BPE di Rumah Tahanan Cipinang untuk memfasilitasi investigasi lebih lanjut, guna mengungkap rangkaian tindakan dan pihak lain yang terlibat dalam dugaan korupsi ini.
4o
Kejati tetapkan tersangka baru kasus korupsi di PT Indofarma
•
Recent Posts
Follow Us
Advertisement
Advertisement example
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.