Korban banjir Kedoya Selatan keluhkan kehilangan surat berharga

Korban banjir di Kedoya Selatan, Jakarta Barat, mengeluhkan kehilangan surat-surat berharga mereka akibat luapan Kali Pesanggrahan yang melanda wilayah tersebut. Salah satu korban, Sulastri (52), mengatakan bahwa sejumlah dokumen penting, seperti ijazah anaknya dan kartu keluarga, hilang terbawa genangan air. Dokumen-dokumen ini sangat penting bagi kehidupan sehari-hari mereka, sehingga hilangnya surat-surat tersebut menjadi beban tambahan bagi para korban yang sudah terhimpit oleh musibah banjir.

Sulastri berharap pihak pemerintah, seperti kelurahan atau kepolisian, dapat membuka layanan untuk membantu mengurus penggantian dokumen yang hilang tersebut. Dia berharap bisa mendapatkan kembali dokumen-dokumen berharga yang hilang akibat banjir agar dapat melanjutkan aktivitas administratif mereka.

Menanggapi keluhan tersebut, Lurah Kedoya Selatan, Aryan Syafari, menyatakan bahwa pihak kelurahan akan membuka pelayanan untuk membantu warga yang kehilangan atau mengalami kerusakan pada surat berharga mereka. Layanan ini diharapkan dapat mempermudah warga dalam mengurus penggantian dokumen yang hilang atau rusak.

Sementara itu, pemerintah setempat telah menyediakan tempat pengungsian dan kebutuhan pokok bagi para korban banjir. Sebanyak 234 orang yang terdiri dari berbagai usia, mulai dari bayi hingga lansia, kini mengungsi di kantor kelurahan Kedoya Selatan. Selain itu, berbagai fasilitas medis, termasuk layanan dari puskesmas, juga disediakan untuk memastikan kesehatan para pengungsi tetap terjaga.

Korban banjir di RT 13 RW 05 Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, mengeluhkan kehilangan sejumlah surat berharga akibat terendam genangan air. Sulastri (52), salah satu korban, menyatakan bahwa ijazah anaknya dan kartu keluarga hilang terbawa banjir. Dia berharap pihak pemerintah setempat atau kepolisian dapat membuka layanan untuk membantu pengurusan dokumen yang hilang tersebut.

“Saya berharap kelurahan atau polisi bisa bantu mengurus kehilangannya, biar kami bisa punya lagi,” ucap Sulastri di tenda pengungsian yang terletak di Kantor Kelurahan Kedoya Selatan.

Menanggapi keluhan tersebut, Lurah Kedoya Selatan, Aryan Syafari, mengungkapkan bahwa pihak kelurahan akan membuka layanan khusus bagi warga yang kehilangan atau rusak dokumen berharga mereka akibat banjir. “Kami akan menyiapkan tempat untuk memproses dokumen yang hilang atau rusak karena banjir,” kata Aryan.

Selain itu, sebanyak 234 korban banjir yang terdiri dari berbagai usia, mulai dari bayi hingga lansia, saat ini mengungsi di kantor kelurahan Kedoya Selatan. Pemerintah setempat telah menyediakan kebutuhan dasar bagi para pengungsi, seperti perlengkapan tidur dan obat-obatan. Puskesmas juga telah mengirimkan tenaga medis untuk memeriksa kesehatan para pengungsi.

Bantuan dan dukungan dari pihak pemerintah setempat diharapkan dapat meringankan beban para korban yang sedang menghadapi dampak dari bencana banjir ini.

Tinggalkan Balasan