Pemkot Jaktim buat ‘Gerakan Baju Layak Pakai’ untuk korban banjir

Pemkot Jakarta Timur (Jaktim) meluncurkan “Gerakan Baju Layak Pakai” sebagai bagian dari upaya untuk membantu warga yang terdampak banjir akibat luapan Sungai Ciliwung. Gerakan ini mengajak masyarakat untuk mendonasikan pakaian bekas yang masih layak pakai, yang kemudian akan disalurkan kepada korban banjir di wilayah Jakarta Timur.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Jakarta Timur, Iin Mutmainnah, menjelaskan bahwa gerakan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Sekretariat Kota, kantor kecamatan, dan kelurahan, untuk memfasilitasi pengumpulan serta distribusi pakaian. Sebagian dari bantuan ini juga sudah disalurkan ke enam kelurahan yang terdampak banjir, seperti Bidara Cina, Kampung Melayu, Balekambang, Cawang Cililitan, dan Gedong.

Selain itu, Pemkot Jakarta Timur juga mengirimkan bantuan pakaian untuk warga yang terdampak banjir di Bekasi. Pakaian layak pakai tersebut disertai dengan bantuan lain, seperti air mineral dan mi instan, untuk memenuhi kebutuhan darurat masyarakat yang sedang membutuhkan.

Program ini bertujuan untuk meringankan beban korban banjir, sekaligus menunjukkan solidaritas antara warga Jakarta dan Bekasi dalam menghadapi bencana.

Pemerintah Kota Jakarta Timur (Jaktim) meluncurkan “Gerakan Baju Layak Pakai” untuk membantu warga yang terdampak banjir akibat luapan Sungai Ciliwung. Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Jakarta Timur, Iin Mutmainnah, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk mengumpulkan pakaian bekas yang masih layak pakai dan mendistribusikannya kepada korban banjir di wilayah Jakarta Timur.

“Kemarin teman-teman di Jakarta Timur kita dorong, khususnya di Sekretariat Kota (Setko) bersama kantor kecamatan dan kelurahan untuk mengaktifkan Gerakan Baju Layak Pakai,” kata Iin Mutmainnah, saat ditemui di kawasan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis.

Program ini melibatkan berbagai pihak di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk memfasilitasi pengumpulan pakaian, sehingga dapat segera disalurkan kepada warga yang membutuhkan. Diharapkan, inisiatif ini dapat meringankan beban warga yang terdampak bencana banjir.

Iin Mutmainnah, Plt Wali Kota Jakarta Timur, mengungkapkan bahwa Gerakan Baju Layak Pakai telah berhasil mendistribusikan pakaian layak pakai ke enam kelurahan yang terdampak banjir. Kelurahan-kelurahan tersebut antara lain Bidara Cina, Kampung Melayu, Balekambang, Cawang Cililitan, dan Gedong.

“Alhamdulillah kami sudah mendistribusikan pakaian layak pakai, berkarung-karung jumlahnya per area, jadi enam kelurahan kita bagi,” ujar Iin.

Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang terdampak banjir, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti pakaian.

Selain di Jakarta Timur, Pemkot Jakarta Timur juga memberikan bantuan pakaian layak pakai kepada korban terdampak banjir di wilayah Bekasi. Iin Mutmainnah, Plt Wali Kota Jakarta Timur, menyebutkan bahwa mereka memperoleh cukup banyak pakaian layak pakai sehingga bisa saling berbagi dengan warga Bekasi yang juga terkena dampak banjir.

Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa pakaian, tetapi juga barang-barang lain seperti air mineral dan mi instan, untuk membantu memenuhi kebutuhan darurat warga di sana. Ini menunjukkan solidaritas antarwilayah dalam menghadapi bencana, dengan Pemkot Jakarta Timur turut berkontribusi dalam pemulihan bagi warga Bekasi yang terdampak.

Iin Mutmainnah, Plt Wali Kota Jakarta Timur, menjelaskan bahwa Pemkot Jakarta Timur juga memberikan sebagian bantuan kepada warga Bekasi yang terdampak banjir. “Kami berikan juga ke warga Bekasi sebagian. Kami dapatkan cukup banyak sehingga bisa saling berbagi. Kita bantu juga buat warga Bekasi, ada kemarin sekitar 4-5 karung, dan air mineral juga mi instan,” ucap Iin. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga Bekasi yang juga terkena dampak banjir.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menginformasikan bahwa seluruh lokasi yang terdampak banjir di Jakarta sudah dipastikan telah surut. Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menyatakan bahwa “Seluruh daerah sudah tidak lagi tergenang.” Warga kini mulai membersihkan sisa material banjir dan kembali beraktivitas di lingkungan mereka.

Banjir yang melanda sebagian wilayah Jakarta pada Senin (3/3) dini hari dipastikan telah surut pada Rabu (5/3) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Hal ini disampaikan oleh Mohamad Yohan, Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta.

Saat ini, menurut Yohan, warga yang rumahnya terendam banjir sudah mulai membersihkan material-material yang terbawa arus banjir. Proses pembersihan ini penting untuk memulihkan kondisi rumah dan lingkungan yang terdampak, sehingga warga dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan normal.

Tinggalkan Balasan