Pernyataan yang dikeluarkan oleh Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) yang menyebutkan bahwa air dalam galon polikarbonat bukanlah penyebab kemandulan adalah klarifikasi yang penting. Hal ini merujuk pada isu yang berkembang di masyarakat mengenai klaim bahwa konsumsi air dari galon polikarbonat dapat menyebabkan kemandulan atau gangguan reproduksi.
Menurut POGI, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut. Bahkan, dr. Abraham Dian Winarto dari POGI menjelaskan bahwa dalam 15 tahun pengalaman praktiknya, ia tidak pernah menerima keluhan terkait kemandulan akibat mengonsumsi air dari galon polikarbonat. Isu yang beredar terkait dengan bahan Bisphenol A (BPA) yang terdapat dalam galon polikarbonat tidak terbukti memiliki dampak signifikan pada kesuburan atau kesehatan reproduksi manusia.
Dengan pengawasan ketat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), air dalam galon yang beredar di pasar, terutama yang bermerek, telah melalui prosedur yang memastikan keamanan konsumsinya. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir akan potensi risiko kemandulan atau masalah kesehatan lainnya akibat mengonsumsi air dari galon polikarbonat.
Pernyataan dari Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) ini sangat penting untuk meluruskan informasi yang beredar di masyarakat terkait hubungan antara konsumsi air dari galon polikarbonat dan kemandulan. Dr. Abraham Dian Winarto, anggota POGI, menegaskan bahwa selama 15 tahun praktiknya, beliau tidak pernah menerima keluhan mengenai kemandulan akibat mengonsumsi air dari galon polikarbonat.
Penting untuk dicatat bahwa klaim yang menyebutkan kemandulan atau infertilitas berhubungan dengan Bisphenol A (BPA) dalam galon polikarbonat tidak didukung oleh bukti ilmiah yang valid. Dengan kata lain, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa mengonsumsi air dari galon tersebut memengaruhi kesuburan seseorang.
Dr. Winarto menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir atau takut untuk mengonsumsi air dari galon polikarbonat, karena air dalam kemasan ini telah melalui prosedur pengawasan yang ketat dan aman untuk dikonsumsi. Jadi, isu yang beredar tentang potensi risiko kemandulan akibat galon polikarbonat bisa dianggap sebagai informasi yang keliru.
Pernyataan yang disampaikan oleh dr. Mohammad Caesario semakin memperjelas bahwa klaim yang menghubungkan konsumsi air dari galon polikarbonat dengan kemandulan adalah tidak berdasar. Dr. Caesario menyebutkan bahwa menyebarkan informasi semacam ini adalah “pembodohan publik,” karena tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan adanya korelasi antara minum air dari galon polikarbonat dan gangguan reproduksi.
Sebaliknya, ia menekankan bahwa mengonsumsi air dari galon polikarbonat sangat aman untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh sehari-hari. Yang lebih berbahaya, menurutnya, adalah jika tubuh kekurangan cairan. Air memang sangat penting untuk metabolisme tubuh, dan menjaga kecukupan cairan sangat diperlukan agar tubuh berfungsi dengan baik.
Ditambah dengan pengawasan ketat dari BPOM, yang memastikan bahwa air kemasan yang beredar, terutama yang bermerek, sudah melalui prosedur keamanan yang ketat, tidak perlu ada kekhawatiran mengenai potensi dampak negatif dari mengonsumsi air dalam galon polikarbonat.
Pernyataan dr. Mohammad Caesario ini semakin menguatkan bahwa mengonsumsi air dari galon polikarbonat adalah aman dan tidak berdampak negatif pada kesehatan. Ia menjelaskan bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menetapkan ambang batas paparan Bisphenol A (BPA) yang sangat ketat, yaitu 0,01 bpj atau 10 mikrogram per kilogram berat tubuh per hari, untuk menjaga keamanan konsumen.
Dr. Caesario juga menyoroti bahwa BPA tidak hanya ditemukan pada galon polikarbonat, tetapi juga terdapat pada berbagai produk sehari-hari lainnya seperti kertas print, tutup botol, perangkat otomotif, CD, peralatan elektronik, bahkan kemasan makanan kaleng dan persediaan medis. Meskipun begitu, ia menegaskan bahwa upaya BPOM sudah sesuai dengan penelitian internasional yang menunjukkan bahwa penggunaan kemasan polikarbonat, termasuk galon, secara berulang tidak meningkatkan migrasi BPA ke dalam air secara signifikan.
Dengan demikian, menggunakan galon polikarbonat sebagai wadah air minum masih sangat aman dan tidak menimbulkan masalah kesehatan. Ini menunjukkan bahwa kekhawatiran mengenai BPA dalam galon polikarbonat tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.