Menkominfo (Menteri Komunikasi dan Informatika) Indonesia, Johnny G. Plate, mengajak para pemuda untuk menjadi aktor utama dalam mendorong transformasi digital di Indonesia. Dalam berbagai kesempatan, beliau menekankan bahwa pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam mempercepat adopsi dan pemanfaatan teknologi digital.
Dengan populasi pengguna internet yang didominasi oleh generasi muda, mereka dipandang memiliki kemampuan adaptasi yang cepat terhadap teknologi baru. Hal ini menjadikan pemuda sebagai agen perubahan yang memiliki potensi besar untuk mengubah cara hidup, bekerja, dan berinteraksi di dunia digital. Menkominfo juga mendorong agar pemuda dapat aktif dalam memanfaatkan teknologi untuk menciptakan solusi inovatif, mengembangkan kewirausahaan digital, dan memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.
Untuk mendukung peran ini, pemerintah Indonesia meluncurkan berbagai inisiatif, seperti program pelatihan keterampilan digital, yang diharapkan dapat membekali pemuda dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan di era digital. Dengan keterlibatan aktif generasi muda, transformasi digital Indonesia diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan inklusif, membawa dampak positif bagi seluruh masyarakat.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkomdigi) Meutya Hafid mengajak para pemuda untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga untuk menjadi aktor utama dalam mendorong transformasi digital di Indonesia. Dalam pernyataannya, beliau menekankan pentingnya peran aktif pemuda dalam membentuk masa depan digital bangsa, bukan hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga berinovasi dan mengembangkan solusi-solusi digital yang dapat membawa dampak positif bagi masyarakat.
Hal ini disampaikan oleh Menkomdigi saat audiensi dengan Pengurus Pusat Pemuda Katolik di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat, pada Selasa (4/3). Dalam pertemuan tersebut, Meutya juga menyampaikan bahwa Kementerian Komdigi memiliki berbagai program untuk mendukung kesiapan pemuda dalam menghadapi transformasi digital, salah satunya adalah Digital Talent Scholarship dan Startup Digital. Program-program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan digital pemuda Indonesia serta mendorong mereka untuk lebih aktif berpartisipasi dalam ekosistem digital, baik melalui pelatihan keterampilan maupun mendirikan usaha berbasis teknologi.
Dengan mengembangkan inisiatif seperti ini, Menkomdigi berharap para pemuda bisa memainkan peran lebih besar dalam menghadapi era digital dan mendukung kemajuan teknologi yang berkelanjutan di Indonesia.
Menkomdigi Meutya Hafid menekankan bahwa transformasi digital adalah bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto yang tercermin dalam Asta Cita. Transformasi ini tidak hanya bertujuan untuk kemajuan teknologi, tetapi juga untuk memperkuat fondasi bangsa Indonesia dalam menghadapi era digital yang semakin berkembang pesat.
Oleh karena itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Komdigi) terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai organisasi kepemudaan yang memiliki visi serupa dalam membangun bangsa melalui teknologi. Meutya menegaskan pentingnya peran pemuda sebagai pilar utama dalam digitalisasi, karena generasi muda memiliki kemampuan adaptasi yang cepat terhadap teknologi serta kreativitas yang tinggi.
Menurut Meutya, jika pemuda tidak diberdayakan sejak sekarang, Indonesia akan tertinggal dalam persaingan digital global. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk memberikan dukungan melalui berbagai program yang dapat memfasilitasi pemuda dalam mengembangkan keterampilan digital dan berperan aktif dalam transformasi digital di Indonesia.
Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Informatika, mengapresiasi inisiatif Pemuda Katolik dalam mendukung literasi digital serta menciptakan program-program yang berdampak positif bagi masyarakat. Beliau menyoroti peran penting generasi muda dalam menghadapi transformasi digital, terutama dengan populasi pengguna internet yang didominasi oleh pemuda. Pemuda, yang dikenal memiliki kemampuan adaptasi yang cepat terhadap perkembangan digital, diyakini memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan dalam industri teknologi.
Ketua Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma, juga menjelaskan tentang Program Pemuda Penggerak Transformasi (PETRA) Digital. Program ini telah berlangsung di 18 Keuskupan di seluruh Indonesia dan bertujuan untuk memperkuat literasi digital di kalangan pemuda Katolik. PETRA Digital tidak hanya berfokus pada penguasaan teknologi, tetapi juga pada pemanfaatan teknologi untuk menciptakan dampak sosial yang positif, seperti meningkatkan keterampilan digital dan memberdayakan komunitas lokal.
Melalui program seperti ini, Pemuda Katolik berperan aktif dalam mendorong digitalisasi yang inklusif dan berdampak bagi masyarakat luas, menjadikan mereka lebih siap menghadapi tantangan era digital.
Program Pemuda Penggerak Transformasi (PETRA) Digital yang dilaksanakan oleh Pemuda Katolik memiliki dampak yang sangat positif dalam meningkatkan literasi digital dan memberdayakan pemuda untuk berperan aktif dalam menangkal informasi hoaks serta menyebarkan berita yang benar. Ini sangat penting di tengah tantangan informasi yang beredar dengan cepat di dunia digital. Selain itu, Pemuda Katolik juga mengembangkan Aplikasi Desa Terhubung, yang bertujuan untuk memetakan potensi desa-desa di wilayah transmigrasi, khususnya untuk mendukung program pangan berbasis lokal. Aplikasi ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat digunakan untuk memberdayakan komunitas lokal dan mendukung ketahanan pangan di Indonesia.
Stefanus Asat Gusma, Ketua Pengurus Pusat Pemuda Katolik, juga mengundang Menkomdigi untuk hadir dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pemuda Katolik pada 25-27 April 2025 di Bogor, Jawa Barat. Rakernas ini, dengan tema “Mengawal dan Kolaborasi dengan Asta Cita Presiden Prabowo”, akan dihadiri oleh ratusan pengurus Pemuda Katolik dari seluruh Indonesia. Acara ini diharapkan dapat memperkuat peran pemuda dalam transformasi digital nasional, serta mempererat kolaborasi antara pemerintah, organisasi pemuda, dan masyarakat untuk mendorong kemajuan teknologi dan pemberdayaan digital di Indonesia.
Dengan partisipasi aktif pemuda dalam program-program seperti ini, Indonesia diharapkan dapat semakin maju dalam menghadapi tantangan digital global.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.